Kirim Mobil Aceh Nusa Tenggara Barat

Kirim Mobil Aceh Nusa Tenggara Barat

Kirim Mobil Aceh Nusa Tenggara Barat

Aceh adalah sebuah provinsi di Indonesia yang ibu kotanya berada di Banda Aceh. Aceh merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang diberi status sebagai daerah istimewa dan juga diberi kewenangan otonomi khusus. Aceh terletak di ujung utara pulau Sumatra dan merupakan provinsi paling barat di Indonesia. Menurut hasil sensus Badan Pusat Statistik tahun 2019, jumlah penduduk provinsi ini sekitar 5.281.891Jiwa.[10] Letaknya dekat dengan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India dan terpisahkan oleh Laut Andaman. Aceh berbatasan dengan Teluk Benggala di sebelah utara, Samudra Hindia di sebelah barat, Selat Malaka di sebelah timur, dan Sumatra Utara di sebelah tenggara dan selatan.

Aceh dianggap sebagai tempat dimulainya penyebaran Islam di Indonesia dan memainkan peran penting dalam penyebaran Islam di Asia Tenggara. Pada awal abad ke-17, Kesultanan Aceh adalah negara terkaya, terkuat, dan termakmur di kawasan Selat Malaka. Sejarah Aceh diwarnai oleh kebebasan politik dan penolakan keras terhadap kendali orang asing, termasuk bekas penjajah Belanda dan pemerintah Indonesia. Jika dibandingkan dengan dengan provinsi lainnya, Aceh adalah wilayah yang sangat konservatif (menjunjung tinggi nilai agama).[11] Persentase penduduk Muslimnya adalah yang tertinggi di Indonesia dan mereka hidup sesuai syariah Islam.[12] Berbeda dengan kebanyakan provinsi lain di Indonesia, Aceh memiliki otonomi yang diatur tersendiri karena alasan sejarah.[13]

Aceh memiliki sumber daya alam yang melimpah, termasuk minyak bumi dan gas alam. Sejumlah analis memperkirakan cadangan gas alam Aceh adalah yang terbesar di dunia.[11] Aceh juga terkenal dengan hutannya yang terletak di sepanjang jajaran Bukit Barisan dari Kutacane di Aceh Tenggara sampai Ulu Masen di Aceh Jaya. Sebuah taman nasional bernama Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) didirikan di Aceh Tenggara.

Asal nama
Aceh pertama dikenal dengan nama Aceh Darussalam (1511–1945). Provinsi ini dibentuk pada 1956 dengan nama Aceh sebelum diubah menjadi Daerah Istimewa Aceh (1959–2001), Nanggroe Aceh Darussalam (2001–2009), dan kembali ke Aceh sejak 2009.[15] Sebelumnya, nama Aceh biasa ditulis Acheh, Atjeh, dan Achin.[16]

Zaman prasejarah

Aceh telah dihuni manusia sejak zaman Mesolitikum, hal ini dibuktikan dengan keberadaan situs Bukit Kerang yang diklaim sebagai peninggalan zaman tersebut di kabupaten Aceh Tamiang. Selain itu pada situs lain yang dinamakan dengan Situs Desa Pangkalan juga telah dilakukan ekskavasi serta berhasil ditemukan artefak peninggalan dari zaman Mesolitikum berupa kapak Sumatralith, fragmen gigi manusia, tulang badak, dan beberapa peralatan sederhana lainnya. Selain di kabupaten Aceh Tamiang, peninggalan kehidupan prasejarah di Aceh juga ditemukan di dataran tinggi Gayo tepatnya di Ceruk Mendale dan Ceruk Ujung Karang yang terdapat disekitar Danau Laut Tawar. Penemuan situs prasejarah ini mengungkapkan bukti adanya hunian manusia prasejarah yang telah berlangsung disini pada sekitar 7.400 hingga 5.000 tahun yang lalu.

Sejak tahun 1999, Aceh telah mengalami beberapa pemekaran wilayah hingga sekarang mencapai 5 pemerintahan kota dan 18 kabupaten sebagai berikut:

No.Kabupaten/kotaPusat pemerintahanBupati/wali kotaLuas wilayah (km2)[30]Jumlah penduduk (2017)[30]KecamatanGampongLogoCiutkanPeta lokasi
1Kabupaten Aceh BaratMeulabohRamli MS2.927,95189.11912-/322
2Kabupaten Aceh Barat DayaBlangpidieAkmal Ibrahim1.490,60148.6879-/152
3Kabupaten Aceh BesarKota JanthoMawardi Ali2.969,00384.66123-/604
4Kabupaten Aceh JayaCalangTeuku Irfan Bahrum3.812,9986.0589-/172
5Kabupaten Aceh SelatanTapak TuanTgk. Amran3.841,60230.25418-/260
6Kabupaten Aceh SingkilSingkilDulmusrid2.185,00129.96311-/116
7Kabupaten Aceh TamiangKarang BaruMursil1.956,72287.73312-/213
8Kabupaten Aceh TengahTakengonShabela Abubakar4.318,39208.40714-/295
9Kabupaten Aceh TenggaraKutacaneRaidin Pinim4.231,43221.68416-/385
10Kabupaten Aceh TimurIdi RayeukHasballah M. Thaib6.286,01422.26124-/513
11Kabupaten Aceh UtaraLhoksukonMuhammad Thaib3.236,86575.89527-/852
12Kabupaten Bener MeriahSimpang Tiga RedelongTgk. Syarkawi1.454,09154.50910-/232
13Kabupaten BireuenBireuenMuzakkar A. Gani1.901,20432.87017-/609
14Kabupaten Gayo LuesBlang KejerenMuhammad Amru5.719,5895.37011-/136
15Kabupaten Nagan RayaSuka MakmueMuhammad Jamin Idham3.363,72167.67210-/222
16Kabupaten PidieSigliRoni Ahmad3.086,95437.74023-/730
17Kabupaten Pidie JayaMeureuduAiyub Abbas1.073,60157.5888-/222
18Kabupaten SimeulueSinabangErli Hasim2.051,4889.32710-/138
19Kota Banda AcehAminullah Usman61,36238.8149-/90
20Kota LangsaUsman Abdullah262,41182.4245-/66
21Kota LhokseumaweSuaidi Yahya181,06190.6244-/68
22Kota SabangNazaruddin153,0040.0402-/18
23Kota SubulussalamAffan Alfian Bintang1.391,0081.1875-/82

Aceh memiliki 13 etnis bangsa asli. Yang terbesar adalah etnis Aceh yang mendiami wilayah pesisir mulai dari Langsa di pesisir timur utara sampai dengan Trumon di pesisir barat selatan. Etnis lain nya adalah etnis Gayo, (Gayo Lut, Gayo Luwes, Gayo Serbejadi) yang mendiami wilayah pegunungan di tengah Aceh. Selain itu juga dijumpai etnis-etnis lainnya seperti, etnis Jamèë di Aceh Selatan, etnis Singkil dan etnis Pakpak di Subulussalam, Singkil dan etnis Alas di Aceh Tenggara, etnis Kluet di Aceh Selatan dan etnis Tamiang di Aceh Tamiang, dan di Pulau Simeulue terdapat etnis Sigulai.

Hasil sensus penduduk tahun 2000 menunjukkan hasil sebagai berikut: Aceh (50,32%), Jawa (15,87%), Gayo (11,46%), Alas (3,89%), Singkil (2,55%), Simeulue (2,47%), Batak (2,26%), Minangkabau (1,09%), lain-lain (10,09%)[52] Namun sensus tahun 2000 ini dilakukan ketika Aceh dalam masa konflik sehingga cakupannya hanya menjangkau kurang dari setengah populasi Aceh saat itu. Masalah paling serius dalam pencacahan ditemui di kabupaten Aceh Timur dan Aceh Utara, dan tidak ada data sama sekali yang dikumpulkan dari kabupaten Pidie. Ketiga kabupaten ini merupakan kabupaten dengan mayoritas etnis Aceh

Bahasa

Bahasa yang paling banyak dipakai di Aceh adalah Aceh yang dituturkan oleh etnis Aceh di sepanjang pesisir Aceh dan sebagian pedalaman Aceh. Bahasa lain nya adalah Bahasa Gayo di Aceh bagian tengah, Bahasa Alas di Aceh Tenggara, Bahasa Aneuk Jamee di Aceh Selatan, Bahasa Singkil dan Bahasa Pakpak di Aceh Singkil, Bahasa Kluet di Aceh SelatanBahasa Melayu Tamiang di Aceh Tamiang, Di Simeulue bagian utara dijumpai Bahasa Sigulai dan Bahasa Lekon, sedangkan di selatan simeulue di jumpai Bahasa DevayanBahasa Haloban.

Aceh menempati wilayah ujung paling barat di pulau Sumatra dan Negara Indonesia, di mana titik terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia terletak di Pulau Rondo, sementara itu kilometer Nol Indonesia berada di pulau Weh. Secara geografis Aceh terletak antara 2° – 6° lintang utara dan 95° – 98° lintang selatan dengan ketinggian rata-rata 125 meter diatas permukaan laut. Batas batas wilayah Aceh, sebelah utara dan timur berbatasan dengan Selat Malaka, sebelah selatan adalah satu-satunya perbatasan darat dengan Sumatra Utara dan sebelah barat dengan Samudera Hindia.[65]

Luas Aceh 5.677.081 ha, dengan hutan sebagai lahan terluas yang mencapai 2.290.874 ha, diikuti lahan perkebunan rakyat seluas 800.553 ha. Sedangkan lahan industri mempunyai luas terkecil yaitu 3.928 ha. Cakupan wilayah Aceh terdiri dari 119 pulau, 35 gunung dan 73 sungai utama

Transportasi darat
Perhubungan darat umum di Aceh dapat dijangkau dengan bus dan minibus. Setiap kabupaten dan kota di Aceh memiliki terminal. Jalur tol yang sudah dibangun adalah jalur Banda Aceh-Sigli.

Transportasi laut
Berikut ini merupakan daftar pelabuhan-pelabuhan yang ada di Aceh :

  • Pelabuhan Malahayati, Aceh Besar.
  • Pelabuhan Internasional Samudera Pasai, Krueng Geukuh, Aceh Utara.[75]
  • Pelabuhan Internasional Langsa[76]
  • Pelabuhan Arun, Lhokseumawe
  • Pelabuhan Internasional Sabang
  • Pelabuhan Internasional Aceh Tamiang[77]
  • Pelabuhan Ulèë Lheuë, Banda Aceh.
  • Pelabuhan Jetty, Meulaboh.
  • Pelabuhan Ferry Labuhan Haji, Aceh Selatan.
  • Pelabuhan Sinabang, Simeulue.
  • Pelabuhan Ferry Singkil, Aceh Singkil.
  • Pelabuhan Ferry Susoh, Aceh Barat Daya.
  • Pelabuhan Teluk Surin, Aceh Barat Daya.
  • Transportasi udara
  • Berikut ini merupakan daftar bandar udara yang ada di Aceh :
  • BTJ – Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar
  • LSW – Bandar Udara Malikussaleh, Aceh Utara
  • MEQ – Bandar Udara Cut Nyak Dhien, Nagan Raya
  • SNB – Bandar Udara Lasikin, Sinabang
  • SBG – Bandar Udara Maimun Saleh, Sabang
  • TXE – Bandar Udara Rembele, Bener Meriah
  • SKL – Bandar Udara Syekh Hamzah Fansyuri, Singkil
  • TPK – Bandar Udara Teuku Cut Ali, Tapaktuan
  • LSX – Bandar Udara Lhoksukon, Aceh Utara

Stasiun kereta api
Sejarah awal Kereta Api di Aceh sudah dimulai sejak era kolonial Belanda. Pada tahun 1876 KNIL mulai membangun jalur kereta Api Aceh atau saat itu dikenal dengan Atjeh Tram yang mulai beroperasi dari tahun 1882 hingga 1942 dan sempat berubah namanya menjadi Atjeh Staatsspoorwegen (ASS) pada tahun 1916. Saat ini Kereta Api Aceh berada dibawah PT. Kereta Api Indonesia Divisi Regional I Sumatra Utara dan Aceh. Kereta Api Cut Meutia (sebelumnya bernama Kereta Api Perintis Aceh) adalah kereta api yang melayani perjalanan Stasiun Krueng Geukuh – Stasiun Kutablang.

Berikut ini merupakan daftar Stasiun Kereta Api yang ada di Aceh :

  • (KRG) – Stasiun Krueng Geukueh
  • (BKH) – Stasiun Bungkaih
  • (KRM) – Stasiun Krueng Mane
  • (GRU) – Stasiun Geurugok
  • (KKG) – Stasiun Kutablang

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Chat Kami
1
Silakan Chat
Terima Kasih,
Telah berkunjung di Multiandalan.com
Ada yang bisa kami bantu, Silakan Chat kami disini ?
Powered by